Surat Cinta dari Manusia yang Malam-malamnya Penuh Cinta
Warga Magelang Cuek Meski Gunung Merapi Mulai Bergolak
Meski dalam beberapa terakhir mereka mengaku merasakan ada gempa di kaki Gunung Merapi, mereka tetap cuek saja. "Saya memang merasakan gempa yang terjadi mulai hari Rabu (22/9) lalu. Tetapi bagi beberapa warga lereng Merapi di sini itu hal biasa," tegas Tumiyem (43) warga Desa Krinjing, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah saat ditemui detikcom, Jumat (24/9/2010).
Tumiyem mengaku gempa merupakan hal yang biasa bagi warga sekitar lereng Gunung Merapi. Getaran itu tidak menyurutkan aktivitas warga seperti mencari kayu bakar, merumput untuk pakan ternak dan berocok tanam.
Hal yang sama juga disampaikan Sabar (35), warga Desa Krinjing yang biasa menjadi guide para pendaki Gunung Merapi baik dari dalam negeri maupun dari mancanegara. Bagi Sabar, status Gunung Merapi yang berubah belum menjadikan warga panik dan ketakutan.
"Wong terjadi hujan abu saja kami warga kadang masih cuek-cuek saja dan menganggap hal itu biasa, apalagi cuma gempa-gempa kecil saja," tegas Sabar.
Sabar mengaku baru beberapa minggu-minggu ini mengantar tiga orang pendaki dari negara Perancis naik gunung sampai di jalur Selo, Boyolali.
"Baru kemarin, belum ada sebulan saya mengantar turis Perancis mendaki gunung sampai di Selo Boyolali," tegas Sabar.
Selain warga, pantauan detikcom di lapangan juga terlihat puluhan truk pengakut pasir hasil penambangan ratusan warga sekitar masih lalu lalang di jalur menuju Gunung Merapi. Ratusan penambang pasir seperti tidak khawatir terhadap peningkatan status Gunung Merapi yang sudah berubah dua hari ini dari status aktif normal menjadi waspada.
Ratio (40), petugas pengamat pos pemantauan Gunung Merapi di Desa Ngepos, Kecamatan Srumbung, Magelang menyatakan peningkatan status Gunung Merapi sudah dibarengi dengan imbauan petugas terhadap warga dan penambang pasir.
Namun, peringatan itu sering tidak digubris, bahkan sering dianggap beberapa warga dan para penambang pasir sebagai hal yang wajar-wajar saja.
"Kami sudah mengimbau kepada warga dan penambang pasir supaya waspada. Tetapi ya memang sudah biasa bagi mereka. Kalau belum meletus mereka tidak menggubrisnya," tegas Ratio.
Yulianto (42) petugas pos pengamatan Gunung Merapi di Desa Babatan, Kecamatan Dukun, Magelang menyatakan hal yang sama. Namun, Yulianto menyoroti dari sisi infrastruktur jalur evakuasi yang kini dalam keadaan rusak.
"Saya kawatir sikap cueknya warga tidak diimbangi dengan adanya pebaikan jalur evakuasi menjadikan masalah dikemudian hari terutama saat Merapi meleuts memperlambat proses evakuasi," tegas Yuli.
(mok/mok)
Membangun Pribadi Pantang Menyerah
Allah telah menciptakan alam dan isinya berpasang-pasangan, sehingga melahirkan hukum tarik menarik antara satu dengan yang lainnya. Artinya kondisi alam ini akan selalu dinamis sesuai dengan kehendak-Nya. Begitu juga halnya dengan kehidupan manusia, akan mengalami rotasi (perputaran) antara dibawah-di atas; sukses-tidak sukses; bahagia-susah, dll. Begitu juga dengan iman kita. Iman bisa datang dan pergi, naik dan turun.
Ibnu Mas'ud mengatakan, "Sesungguhnya jiwa manusia itu mempunyai saat dimana ia ingin beribadah dan ada saat dimana enggan beribadah." Diantara dua keadaan itulah manusia menjalani kehidupan ini. Dan diantara dua keadaan itu pula nasib manusia ditentukan. Dalam arti lain, semakin seseorang berada dalam iman yang rendah, maka besar kemungkinan dalam kondisi ini akan mengakhiri hidupnya. Demikian sebaliknya, jika seseorang semakin sering berada pada kondisi iman yang tinggi, maka semakin besar peluangnya memperoleh akhir kehidupan yang baik. Pertanyaannya, bagaimana cara mewujudkan kondisi pribadi yang berujung kebaikan, pribadi yang pantang menyerah tersebut?
Pribadi pantang menyerah (tangguh) adalah tidak lain sebutan bagi pribadi yang tidak merasa lemah terhadap sesuatu yang terjadi dan menimpanya. Pribadinya menganggap sesuatu yang terjadi itu dari segi positifnya. Ia yakin betul bahwa sekenario Allah itu tidak akan meleset sedikit pun. Pribadi pantang menyerah dan tangguh ini, tidak lain adalah pribadi yang memiliki kemampuan untuk bersyukur apabila ia mendapat sesuatu yang berkaitan dengan kebahagiaan, kesuksesan, mendapat rezeki, dll. Sebaliknya, jika ia mendapati sesuatu yang tidak diharapkannya, entah itu berupa kesedihan, kegagalan, mendapat bala bencana, dll., maka ia memiliki ketahanan untuk selalu bersabar. Dan pribadi seperti ini memposisikan setiap kejadian yang menimpanya adalah atas ijin dan kehendak Allah. Ia pasrah dan selalu berusaha untuk bangkit dengan cara mengambil pelajaran dari setiap kejadian tersebut.
Pribadi pantang menyerah ini bukan saja semata-mata dilihat secara fisik. Tetapi lebih-lebih dan yang lebih penting justru adanya sifat positif dalam jiwanya yang begitu tangguh dan kuat. Seseorang menjadi kuat, pada dasarnya karena mentalnya kuat. Seseorang menjadi lemah, karena mentalnya lemah. Begitu juga, seseorang sukses, karena ia memiliki keinginan untuk sukses. Dan seseorang gagal, karena ia berbuat gagal. Dalam hal ini, ada hadist Nabi yang menyebutkan bahwa: "Orang mukmin yang kuat lebih disukai dan lebih baik dari mukmin yang lemah." Jadi, manusia tangguh dan kuat itu, sudah seharusnya menjadi cita-cita kita dalam rangka mengabdi kepada Allah.
Dalam konteks ini, dapat disebutkan bahwa kesuksesan menurut pandangan Alquran itu memiliki dua syarat pokok. Yakni iman dan ilmu (QS. 58: 11). Kedua hal ini, kalau kita kaji secara rinci, jelas-jelas memiliki pengaruh sangat besar dalam kehidupan manusia. Dengan kuatnya iman seseorang, maka ia akan sangat berpengaruh terhadap kualitas kehidupan manusia. Menurut M. Ridwan IR Lubis (1985), ada tiga pengaruh iman tersebut, yaitu berupa: kekuatan berpikir (quwatul idraak), kekuatan fisik (quwatul jismi), dan kekuatan ruh (quwatur ruuh). Sedangkan menurut M. Yunan Nasution (1976), mengungkapkan pengaruh iman terhadap kehidupan manusia itu berupa: iman akan melenyapkan kepercayaan kepada kekuasaan benda; menanamkan semangat berani menghadapi maut; membentuk ketentraman jiwa; dan membentuk kehidupan yang baik.
Untuk mencapai dampak dari kekuatan iman itu, kuncinya terletak pada pribadi kita masing-masing. Dan kalau kita cermati, sebenarnya pembentukan sifat pribadi pantang menyerah dan tangguh ini adalah berawal dari sifat optimisme yang menyelimuti pola pikir orang tersebut. Menyikapi keadaan seperti saat ini, kita seharusnya tidak menjadi pesimis dan berserah diri. Kita harus optimis dan selalu berusaha untuk mencapai yang terbaik dalam hidup ini. Sehingga untuk menjadikan pribadi pantang menyerah dan tangguh ini, maka dalam diri kita harus tertanam sikap optimis, berpikir positif, dan percaya diri.
Setiap manusia harus memiliki optimisme dalam menjalani kehidupan ini. Dengan sikap optimis, langkah kita akan tegar menghadapi setiap cobaan dan menatap masa depan penuh dengan keyakinan terhadap Sang Pencipta. Karena garis kehidupan setiap manusia sudah ditentukan-Nya. Tugas kita adalah hanya berusaha, berpikir dan berdoa agar sesuai dengan ridho-Nya. Setelah kita mampu bersikap optimis, lalu pola pikir kita juga harus dibiasakan berpikir secara positif dan percaya diri. Berpikir positif kepada siapa?
Pertama, berpikir positif kepada Allah. Setiap kejadian, peristiwa dan fenomena kehidupan ini pasti ada sebab musababnya. Tugas kita, hanya berpikir dan membaca. Ada apa dibalik semua itu? Lalu, kita mengambil pelajaran dari kejadian itu dan selanjutnya mengamalkan yang baiknya dalam perilaku keseharian.
Kedua, berpikir positif terhadap diri sendiri. Setiap manusia, dilahirkan sebagai pribadi yang unik. Karena bagaimanapun wajah dan sifat kita mirip dengan orang lain. Tapi, yang jelas ada saja perbedaan antara keduanya. Sifat dan pribadi unik itu, harus kita jaga. Itu adalah potensi positif, modal dasar untuk mencapai keleluasaan langkah kita menuju ridho-Nya. Bagaimana orang lain akan menjunjung kita, kalau diri kita sendiri meremehkan dan tidak "mengangkatnya". Selain itu, kita juga harus yakin bahwa kita dilahirkan ke dunia ini sebagai sang juara, the best. Fakta membuktikan, dari berjuta-juta sel sperma yang disemprotkan Bapak kita, tetapi ternyata yang mampu menembus dinding telur Ibu kita dan dibuahi, hanya satu. Itulah kita, "sang juara". Hal ini, kalau kita sadari akan menjadi sebuah motivasi luar biasa dalam menjalani hidup ini.
Ketiga, berpikir positif pada orang lain. Orang lain itu, manusia biasa sama dengan kita. Dia mempunyai kesalahan dan kekhilafan. Yang tentu hati nuraninya tidak menghendakinya. Pandanglah, orang lain itu dari sisi positifnya saja dan menerima sisi negatifnya sebagai pelajaran bagi kita. Belajarlah dari seekor burung Garuda. Ia mengajarkan anaknya untuk terbang dari tempat yang tinggi dan menjatuhkannya. Lalu jatuh, diangkat lagi dan seterusnya sampai ia bisa terbang sendiri. Hati Garuda juga bersih, tidak mendendam. Ia kalau waktunya bermain "cakar-cakaran". Tapi, kalau diluar itu ia akur, damai kembali.
Keempat, berpikir positif pada waktu. Setiap manusia diberi waktu yang sama, dimana pun dia berada. Sebanyak 24 jam sehari atau 86.400 detik sehari. Waktu itu, ingin kita apakan? Kita gunakan untuk tidur seharian, kerja keras, mengeluh, berdemontrasi, bergunjing, santai, menuntut ilmu, menolong orang lain, melamun, ibadah, dan lainnya. Waktu itu tidak akan protes. Yang jelas, setiap detik hidup kita akan diminta pertanggung jawabannya kelak, di hadapan Allah SWT. Bagi mereka yang biasa mengisi waktunya dengan amal-amalan saleh dan berada dalam keimanan, maka ia akan memperoleh kehidupan yang lebih baik.
Allah berfirman, yang artinya:
"Barang siapa mengerjakan amal saleh, baik laki-laki ataupun perempuan dalam keadaan beriman, niscaya Kami hidupkan dia dengan kehidupan yang baik dan Kami balasi mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." (QS. An-Nahl: 97).
Untuk memaksimalkan sikap positif pada diri seseorang, lebih-lebih sebagai pembentuk pribadi yang pantang menyerah, tangguh, "tahan banting", sabar dan istiqomah pada jalan-Nya. Tentu perlu dibangun pula dengan kebiasaan positif. Semoga tulisan ini menjadi bahan penilaian terhadap diri kita sendiri, terutama kaitannya dengan keinginan pembentukan pribadi yang pantang menyerah. Dan kita berdoa, semoga Allah memberi kemampuan terhadap kita untuk membangun pribadi yang tangguh dan pantang menyerah sesuai tuntutan-Nya. Amin.
Wallahu a'lam.
Dosen STID DI AL-HIKMAH Jakarta
Wilayah NKRI - 2.000 pulaunya akan tenggelam pada tahun 2030 atau 2040.
Karena iklim terus menghangat, seluruh pulau tenggelam di bawah naiknya air yang disebabkan oleh gletser-gletser yang mencair.
Tn. Achim Steiner – Bawahan Sekjen PBB dan Direktur Eksekutif Program Lingkungan PBB – Sungguh ada banyak negara kepulauan yang sudah hancur sekarang, dihukum, lenyap. Karena itu tidak ada pertanyaan apakah kita harus bertindak. Dan itu hanya awal dari dampak nyata dari perubahan iklim. Bagian yang tak terlihat, hal-hal yang mungkin belum kita pahami yang terjadi di sekitar kita juga sedang berjalan.
Dasyat-Langit Pasti Terbelah
Apabila langit terbelah, dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan, dan apabila lautan dijadikan meluap, dan apabila kuburan-kuburan dibongkar, maka setiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikannya.
Wahai manusia apakah yang telah melalaikanmu untuk berbuat durhaka terhadap Robbmu yang maha pengasih.
Yang telah menciptakanmu lalu menyempurkanmu kejadianmu dan menjadikan tubuhmu agar seimbang.
Dalam bentuk apa saja yang dikeiendaki, dia kuasa menyusun tubuhmu. Sudahlah jangan begitu. Bahkan kamu tidak yakin dengan hari pembalasan. Dan sebenarnya disampingmu ada malaikat.malaikat yang mengawasi prilakumu. Yang mulia disisi ALLAH, dan yang mencatat pebuatanmu. Mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan. Ssungguhnya orang2 yang berbakti pasti akan berada dalam surga yang penuh kenikmatan. Dan sungguh orang2 yang durhaka benar.benar dalam neraka.
Mereka akan masuk kedalamnya pada hari pembalasan. Dan mereka tidak mungkin dapat keluar dari neraka itu. Dan tahukah kamu-apakah hari pembalasan itu? Sekali lagi, tahukah kamu hari pembalasan itu?. Yaitu hari ketika sseorang sama sekali tidak berdaya guna menolong orang lain. Dan segala URUSAN pada hari itu dalam kekuasaan ALLAH.
Bersama makmurkan bumi dengan mengembalikan segala urusan manusia kepada apa apa yang telah di TETAP kan olehNYA.
Raja Judi Kirim Jet Pribadi
Dasayat Miliarder Hong Kong Incar Kereta Super Cepat
Melalui Cheung Kong Infrastructure, yang dikendalikannya, Li Ka-Shing disebut-sebut tertarik berinvestasi di proyek rel kereta api super cepat yang menghubungkan London ke terowongan Channel sepanjang 68 mil atau 107 kilometer.
Memang belum ada penjelasan resmi, apakah taipan terkaya asal Hong Kong itu terdaftar sebagai investor resmi yang turut mengajukan penawaran pada batas akhir Selasa lalu. Ia disebut-sebut bergabung dengan tiga konsorsium investor yang sudah mengajukan penawaran.
Namun, sumber yang dikutip Telegraph.co.uk, berharap taipan superkaya Hong Kong itu menjadi penawar keempat. SNFC dari Prancis juga disebut sebagai investor potensial.
Semula investor yang diandalkan adalah konsorsium besar yang melibatkan Goldman Sachs Infrastructure Partner dan M&G Infracapital.
Konsorsium ini telah mengumumkan kemarin, 17 Agustus 2010 bahwa mereka telah memperkuat tim dengan mendapat dua pendukung tambahan, yakni Universities superannuation Schemma dari Inggris dan Caisse de Depots et Consignations asal Prancis.
Dua pesaing lainnya adalah konsorsium yang terdiri atas Morgan Stanley Infrastructure, 3i Infrastructure dan Abu Dhabi Investment Authority. Pesaing berikutnya adalah gabungan investor asal Kanada, yang melibatkan Borealis dan Dana Pensiun Ontario Teachers. Kedua konsorsium ini juga dikenal memiliki reputasi baik di sektor infrastruktur.
Pemerintah tidak memiliki dana untuk membiayai pembangunan rel kereta yang membutuhkan biaya hingga 5,7 miliar pound atau hampir Rp100 triliun.

